Hentikan Miras di Papua!

MIRAS adalah salah satu penghancur masa depan, generasi muda, daerah dan generasi bangsa. Untuk itu, jika mau menyelamatkan generasi saat ini. maka saatnya perlu ada aturan atau Perdasus pelarangan penjualan miras.
Dari berbagai segi kehidupan, miras sama sekali tidak menguntungkan, kecuali hanya mendatangkan kerugian bagi yang mengkonsumsinya. Dari sisi kesehatan tidak baik, merusak kesehatan seperti halnya pecandu narkoba dan obat-obatan terlarang lainnya. Miras bisa membuat yang menkonsumsinya selalu ketergantungan, jadi generasi yang loyo dan malas bekerja, termasuk malas belajar. Begitu juga dari segi ekonomi sangat merugikan, terlebih merusak moral anak bangsa dan merusak kehidupan ekonomi keluarga/rumah tangga. Memang dari sisi positifnya, miras bisa mendatangkan kontribusi untuk PAD melalui restribusi pajak, namun hasil itu tidaklah seimbang dampak buruk yang ditimbulkan miras.
Lebih rinci, soal kerugian yang ditimbulkan miras, antara lain, kecelakaan lalu lintas di jalan terus meningkat. Ada puluhan jiwa orang melayang sia-sia setiap minngu di jalan, lantaran pengendaranya mabuk, belum termasuk yang jadi cacat. Pemerkosaan juga terjadi dimana-mana, pemalakan dan pemaksaan di jalan serta perampasan. Tidak sedikit rumah tangga berantakan karena kekerasan yang disebabkan miras. Bapak/Ibu tidak perhatikan pendidikan anaknya karena uang yang dicari hanya untuk beli miras.
Kemudian dampak ekonominya, uang/pendapatan kepala rumah tangga sebagian besar hanya habis untuk minum, sehingga istri dan anak terlantar, tidak sekolah. Selain itu, miras membuat yang menkonsumsinya kehilangan kontrol, jadi loyo dan kerja tidak produktif. Tidak hanya itu, Miras juga dapat menimbulkan berbagai penyakit bagi penggemarnya. Merusak mental dan prilaku generasi mudah yang merupakan generasi masa depan keluarga, generasi masa depan daerah dan Bangsa Indonesia.
Untuk itulah, perlu upaya untuk memerangi miras. Perlu dibuat Perda pelarangan penjualan miras, sama seperti di Kabupaten Manokwari dan Wamena (semasa jaman Bupati Wenas).

Andi
Jayapura